Jawaban singkat
Islam menekankan mengingat Allah (﷾) karena dosa biasanya datang ketika Allah (﷾) dilupakan. Selama seseorang mengingat Allah (﷾), berbuat salah itu sulit. Setan berusaha memenuhi pikiran dengan hal-hal lain supaya Allah (﷾) dilupakan. Maka ibadah-ibadah dibangun untuk menjaga ingatan kepada Allah (﷾). Lima salat harian tersebar sepanjang hari, di antara makan, kerja dan tidur, dan Al-Qur'an mengatakan bahwa salat itu untuk mengingat Allah (﷾). Puasa melatih pengendalian diri. Minuman keras dan judi dilarang sebagian karena keduanya menghalangi dari mengingat Allah (﷾). Ketika seorang beriman berbuat dosa, mengingat Allah (﷾) membawanya kembali untuk memohon ampun. Islam meminta sikap sedang dalam kebanyakan hal, tetapi Islam meminta mengingat Allah (﷾) sebanyak-banyaknya. Al-Qur'an menambahkan sebuah janji: dengan mengingat Allah (﷾), hati menjadi tenteram.
Penjelasan lengkap
Melupakan Allah (﷾) adalah awal dosa
Al-Qur'an mengatakan bahwa setan menguasai manusia dengan menjadikan mereka lupa mengingat Allah (﷾). Al-Qur'an mengatakan bahwa mereka yang telah dikuasainya adalah golongannya, dan bahwa mereka itulah orang-orang yang merugi. Al-Qur'an menyebut minuman keras (apa pun yang mengaburkan pikiran, seperti alkohol) dan judi sebagai alat-alatnya. Keduanya menimbulkan kebencian dan menghalangi manusia dari mengingat Allah (﷾) dan dari salat. Inilah salah satu alasan yang diberikan Al-Qur'an untuk mengharamkan keduanya.
“Setan telah menguasai mereka, lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan setan. Ketahuilah, bahwa golongan setan itulah golongan yang merugi.”
“Dengan minuman keras dan judi itu, setan hanyalah bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu, dan menghalang-halangi kamu dari mengingat Allah dan melaksanakan salat, maka tidakkah kamu mau berhenti?”
Ibadah dibangun untuk mengingat
Dalam Al-Qur'an, Allah (﷾) menyuruh Musa melaksanakan salat untuk mengingat-Nya. Kata Arabnya adalah dzikr, yang berarti mengingat. Terjemahan Kemenag, yang digunakan situs ini, menerjemahkannya di sini “untuk mengingat Aku”. Lima kali sehari, salat menyela makan, kerja dan tidur untuk memberi makan jiwa. Salat juga mencegah seseorang dari perbuatan keji. Puasa diwajibkan agar orang-orang beriman belajar takwa (pengendalian diri dan kesadaran akan Allah (﷾)).
“Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah salat untuk mengingat Aku.”
“Bacalah Kitab (Al-Qur`an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (salat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,”
| Ibadah | Apa fungsinya menurut Al-Qur'an |
|---|---|
| Salat, 20:14 | Salat didirikan untuk mengingat-Nya. |
| Salat, 29:45 | Salat mencegah seseorang dari perbuatan keji. |
| Puasa, 2:183 | Puasa diwajibkan agar orang-orang beriman bertakwa. |
| Larangan atas yang memabukkan dan judi, 5:91 | Keduanya memalingkan manusia dari mengingat Allah (﷾) dan dari salat. |
Ingatlah Allah (﷾) sesering mungkin
Islam meminta keseimbangan dalam makan, tidur, harta dan bahkan ibadah. Mengingat Allah (﷾) adalah pengecualiannya. Al-Qur'an menyuruh orang-orang beriman banyak mengingat Allah (﷾). Bahasa Arabnya udhkuru Allaha dhikran kathira, yang diterjemahkan Kemenag “Ingatlah kepada Allah, dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya”. Al-Qur'an juga menjanjikan bahwa Allah (﷾) ingat kepada mereka yang ingat kepada-Nya. Nabi (ﷺ) mengumpamakan orang yang mengingat Tuhannya seperti orang hidup, dan orang yang tidak mengingat-Nya seperti orang mati.
“Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah, dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya,”
“Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.”
Abu Musa meriwayatkan bahwa Nabi (ﷺ) bersabda bahwa orang yang mengingat Tuhannya, dibandingkan dengan orang yang tidak mengingat-Nya, seperti orang hidup dibandingkan dengan orang mati.
Nabi (ﷺ) meriwayatkan bahwa Allah berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku; jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta, dan jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan, Aku datang kepadanya dengan berlari. Juga dalam Shahih Muslim 2675.
Mengingat Allah (﷾) membawa pendosa kembali
Setiap orang mempunyai saat-saat lemah. Orang yang tidak mempunyai cara untuk mengingat Allah (﷾) dapat tenggelam lebih dalam dengan setiap dosa. Al-Qur'an memuji orang-orang yang, setelah berbuat salah, segera mengingat Allah (﷾) dan memohon ampunan-Nya. Al-Qur'an juga menjanjikan bahwa hati menjadi tenteram dengan mengingat-Nya.
“dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampun atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui.”
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
| Butir | Melupakan-Nya | Mengingat-Nya |
|---|---|---|
| Dalam Al-Qur'an | Cara setan menguasai manusia (58:19). | Allah (﷾) mengingat orang-orang yang mengingat-Nya (2:152). |
| Sesudah berbuat salah | Seseorang dapat tenggelam semakin dalam dengan setiap dosa. | Ia ingat kepada Allah (﷾) dan memohon ampunan (3:135). |
| Hati | Seperti orang mati. | Seperti orang hidup; hati menjadi tenteram (13:28). |
Perspektif
Perspektif Islam
Mengingat Allah (﷾) adalah tujuan yang mengalir di seluruh ibadah. Mengingat Allah (﷾) menjaga dari dosa, yang tumbuh ketika Allah (﷾) dilupakan, dan membawa pendosa kembali kepada tobat. Nabi (ﷺ) mengumpamakan hidup tanpa mengingat Allah (﷾) seperti kematian.
Al-Qur'an mengatakan bahwa salat dilaksanakan untuk mengingat Allah (﷾) dan bahwa salat mencegah dari perbuatan keji.
Puasa diwajibkan agar orang-orang beriman belajar mengendalikan diri.
Al-Qur'an memerintahkan orang-orang beriman agar sering mengingat Allah (﷾), dan menjanjikan bahwa Allah (﷾) ingat kepada mereka yang ingat kepada-Nya.
Al-Qur'an mengatakan bahwa setan menjadikan manusia lupa mengingat Allah (﷾). Minuman keras dan judi adalah sarananya untuk tujuan itu.
Dosa paling sering dilakukan ketika Allah (﷾) dilupakan. Maka mengingat Allah (﷾) adalah penjaga pertama terhadapnya.
Al-Qur'an memuji orang-orang yang mengingat Allah (﷾) setelah berbuat salah dan memohon ampunan-Nya.
Nabi (ﷺ) mengumpamakan orang yang mengingat Tuhannya seperti orang hidup. Beliau mengumpamakan orang yang tidak mengingat-Nya seperti orang mati.
Al-Qur'an menjanjikan bahwa hati menjadi tenteram dengan mengingat Allah (﷾).