Jawaban singkat

Tidak. Yesaya mengatakan “namanya akan disebut orang” Allah (﷾) yang Perkasa. Itu memberi anak itu sebuah nama, bukan hakikat. Nama-nama Ibrani sering mengandung nama Tuhan: Elia berarti “Tuhanku adalah Yahweh”. Seorang anak yang “telah lahir” mempunyai permulaan, tetapi Allah (﷾) tidak mempunyai permulaan. Dalam ayat berikutnya, Tuhan semesta alam yang melakukan karyanya, dan anak itu duduk di atas takhta Daud. Talmud, himpunan ajaran Yahudi yang lama, menerapkan ayat itu kepada Raja Hizkia. Rashi, seorang penafsir Yahudi abad kesebelas, membaca gelar-gelar yang agung itu sebagai pujian kepada Allah (﷾). Alkitab juga menyebut para pemimpin manusia ‘bapa’: Yusuf dijadikan “bapa bagi Firaun”. Dan tidak ada ayat Perjanjian Baru yang menyebut Yesus ‘Allah yang Perkasa’. Jawaban Islam adalah bahwa Isa adalah utusan Allah (﷾), dan hanya Allah (﷾) yang Tuhan.

Baca penjelasan lengkap

Lihat halaman tersimpan Anda