Taharah berarti kesucian. Dalam Islam, menjaga kebersihan adalah bagian dari ibadah, bukan sekadar sopan santun. Nabi Muhammad (ﷺ) bersabda bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman.

Sahih Muslim 223

Panduan ini membahas kebiasaan sehari-hari yang beliau ajarkan: mandi, buang hajat, gigi, rambut, kuku, pakaian dan tangan.

Al-Qur'an 2:222
“Sungguh, Allah menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang menyucikan diri.”

(Al-Qur'an 2:222)

Wajib atau sunah

Sebagian dari amalan ini wajib. Sebagian besar sunah: seorang Muslim mendapat pahala karena melakukannya, dan tidak berdosa jika meninggalkannya.

Mazhab-mazhab fikih pada pokoknya sepakat tentang hukum-hukum ini. Mereka berbeda pendapat tentang khitan.

Wajib, atau sunah?
ApaHukum
Wudu sebelum salatWajib Al-Qur'an 5:6
Mandi wajib setelah bersetubuh atau mimpi basah yang keluar mani, dan ketika haid atau nifas selesaiWajib Sahih al-Bukhari 291Sahih al-Bukhari 282Sahih al-Bukhari 228
Badan, pakaian dan tempat salat yang bersihWajib Al-Qur'an 74:4Sahih al-Bukhari 216
Membersihkan gigi dengan siwakSunah Sahih al-Bukhari 887
Memendekkan kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak dan mencukur bulu kemaluanSunah, sekurang-kurangnya setiap empat puluh malam Sahih Muslim 258
Khitan bagi anak laki-laki dan laki-laki dewasaWajib menurut dua mazhab, sunah muakkadah menurut dua mazhab lainnya Sahih al-Bukhari 5891
Al-Qur'an 5:6
“Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.”

(Al-Qur'an 5:6)

Wudu

Wudu adalah membasuh wajah, tangan, kepala dan kaki sebelum salat. Al-Qur'an sendiri menguraikannya.

Al-Qur'an 5:6

Panduan Wudu menunjukkannya langkah demi langkah. Panduan itu juga menjelaskan apa yang membatalkan wudu, dan apa yang harus dilakukan tanpa air.

Mandi wajib

Mandi wajib adalah mandi yang membasuh seluruh tubuh. Mandi ini wajib setelah bersetubuh, bagi suami maupun istri. Mandi ini juga wajib setelah mimpi basah, jika keluar mani.

Sahih al-Bukhari 291Sahih Muslim 348Sahih al-Bukhari 282

Seorang perempuan juga mandi wajib ketika haidnya selesai, dan ketika nifasnya selesai. Lalu ia kembali salat. Ia tidak mengganti salat-salat yang ditinggalkan selama haid.

Sahih al-Bukhari 228Sahih al-Bukhari 321

Al-Qur'an 5:6
“Jika kamu junub maka mandilah.”

(Al-Qur'an 5:6)

Semua mazhab sepakat tentang intinya: air harus sampai ke seluruh tubuh, rambut dan kulit. Mazhab Hanafi juga mewajibkan berkumur dan memasukkan air ke hidung. Nabi (ﷺ) mandi dengan cara yang lebih lengkap seperti di bawah ini. Langkah yang ditandai adalah intinya.

Mandi wajib, sebagaimana dilakukan Nabi (ﷺ)
  1. Cuci tangan Anda

    Mulailah dengan niat mandi, dan cucilah kedua tangan.

  2. Cuci kemaluan

    Lalu bersihkan tangan itu dengan baik dan bilaslah.

  3. Berwudu

    Basuhlah seperti wudu untuk salat.

  4. Basahi rambut

    Masukkan jari-jari yang basah ke pangkal rambut. Lalu siramkan tiga cidukan air ke atas kepala.

  5. Basuh seluruh tubuh

    Siramkan air ke seluruh tubuh, sehingga air sampai ke setiap bagian.

Seorang perempuan yang rambutnya dikepang tidak perlu membukanya. Nabi (ﷺ) bersabda bahwa tiga cidukan air di atas kepala sudah cukup.

Sahih Muslim 330

Keadaan wajib mandi tidak menjadikan seseorang kotor. Abu Hurairah, seorang sahabat, pernah menjauhi Nabi (ﷺ) sampai ia mandi. Nabi (ﷺ) berkata kepadanya bahwa seorang mukmin tidak pernah najis.

Sahih al-Bukhari 283

Begitu pula haid. Nabi (ﷺ) bersandar di pangkuan Aisyah dan membaca Al-Qur'an ketika ia sedang haid.

Sahih al-Bukhari 297

Nabi (ﷺ) menyuruh orang-orang yang datang untuk salat Jumat agar mandi. Beliau juga menyuruh seorang laki-laki yang datang untuk masuk Islam agar mandi. Syahadat seorang mualaf langsung sah, sebelum mandi apa pun.

Sahih al-Bukhari 877Sunan Abi Dawud 355

Setelah buang hajat

Seseorang pernah berkata kepada Salman, seorang sahabat, bahwa nabi mereka (ﷺ) mengajarkan segala sesuatu kepada mereka, bahkan tentang buang hajat. Salman menjawab ya, lalu menyebutkan apa yang telah diajarkan beliau.

Sahih Muslim 262

Ketika buang hajat
  1. Mohon perlindungan Allah

    Ketika masuk, Nabi (ﷺ) mengucapkan: “Allahumma inni a'udzu bika minal khubutsi wal khaba'its.” Doa ini memohon perlindungan kepada Allah (﷾) dari segala yang kotor dan jahat.

  2. Bersihkan diri Anda

    Pakailah air, atau tisu. Nabi (ﷺ) bersuci dengan air, dan kadang-kadang memakai batu, tisu pada zamannya.

  3. Pakailah tangan kiri

    Beliau melarang para pengikutnya bersuci dengan tangan kanan.

  4. Cuci tangan Anda

    Setelah bersuci, beliau menggosokkan tangannya ke tanah lalu mencucinya. Kini sabun melakukan tugas itu.

  5. Mohon ampunan

    Ketika keluar, beliau mengucapkan: “Ghufranaka”, yang berarti “Aku memohon ampunan-Mu.”

Sebelum salat, tubuh harus bersih dari air kencing dan kotoran. Nabi (ﷺ) memperingatkan bahwa sembarangan terhadap air kencing adalah dosa yang serius.

Sahih al-Bukhari 216

Beliau juga peduli kepada orang lain. Beliau memperingatkan agar tidak buang hajat di jalan, atau di tempat teduh tempat orang beristirahat. Beliau melarang buang air kecil di air yang diam yang mungkin kemudian dipakai orang untuk mandi.

Sahih Muslim 269Sahih al-Bukhari 239

Gigi dan siwak

Siwak adalah sebatang kayu kecil, sering dipotong dari pohon arak, yang dipakai untuk membersihkan gigi. Nabi (ﷺ) bersabda bahwa siwak membersihkan mulut dan diridai Tuhan.

Sunan an-Nasa'i 5

Beliau bersabda bahwa seandainya tidak memberatkan umatnya, beliau akan memerintahkan bersiwak sebelum setiap salat. Jadi bersiwak itu sunah, bukan wajib.

Sahih al-Bukhari 887

Waktu-waktu bersiwak

Tujuan siwak adalah mulut yang bersih, dan sikat gigi juga memenuhi tujuan itu. Banyak Muslim memakai keduanya.

Fitrah: rambut, kuku dan khitan

Fitrah berarti keadaan alami tempat Allah (﷾) menciptakan manusia. Nabi (ﷺ) menyebutkan lima amalan fitrah.

Sahih al-Bukhari 5891

Kelimanya adalah khitan, mencukur bulu kemaluan, memendekkan kumis, memotong kuku dan mencabut bulu ketiak.

Lima amalan fitrah
AmalanArtinyaSeberapa sering
KhitanMemotong kulup anak laki-laki atau laki-laki dewasaSekali
Bulu kemaluanMenghilangkannya, bagi laki-laki dan perempuanSekurang-kurangnya setiap empat puluh malam
Bulu ketiakMenghilangkannya, bagi laki-laki dan perempuanSekurang-kurangnya setiap empat puluh malam
KumisMemendekkannyaSekurang-kurangnya setiap empat puluh malam
KukuMemotongnyaSekurang-kurangnya setiap empat puluh malam

Sahih al-Bukhari 5891Sahih Muslim 258

Anas, seorang sahabat, berkata bahwa batas waktu ditetapkan untuk empat amalan terakhir. Keempatnya tidak boleh dibiarkan lebih dari empat puluh malam.

Sahih Muslim 258

Hadis-hadis menyebut mencukur bulu kemaluan dan mencabut bulu ketiak. Para ulama juga menerima cara lain, karena tujuannya adalah menghilangkan bulu itu.

Hadis lain menyebut sepuluh amalan, dengan empat dari lima amalan itu. Hadis itu juga menyebut memanjangkan janggut dan bersiwak. Lalu memasukkan air ke hidung, membasuh ruas-ruas jari dan bersuci setelah buang hajat. Perawinya mengira yang kesepuluh adalah berkumur.

Sahih Muslim 261

Khitan berarti memotong kulup anak laki-laki atau laki-laki dewasa. Semua mazhab menghitungnya sebagai bagian dari fitrah. Mazhab Hanafi dan Maliki menganggapnya sunah muakkadah. Mazhab Syafi'i dan Hanbali menganggapnya wajib.

Sahih al-Bukhari 5891

Khitan bermula dari Ibrahim. Nabi (ﷺ) bersabda bahwa Ibrahim mengkhitan dirinya sendiri. Alkitab juga menjadikannya tanda perjanjian Allah (﷾) dengan Abraham. Alkitab mengatakan bahwa Yesus disunat ketika berumur delapan hari.

Sahih al-Bukhari 3356Kejadian 17:10-11Lukas 2:21

Khitan bukan syarat untuk masuk Islam. Seorang laki-laki yang masuk Islam saat dewasa adalah Muslim sepenuhnya, sudah dikhitan atau belum. Keempat mazhab memberi uzur kepada laki-laki yang khawatir akan bahaya serius karenanya.

Panduan ini berbicara tentang anak laki-laki dan laki-laki dewasa. FGM, mutilasi kelamin perempuan, adalah adat kuno yang tidak diperintahkan oleh satu ayat pun dalam Al-Qur'an. Lembaga fatwa resmi Mesir telah menyatakan bahwa hal itu haram dalam Islam.

Daily News Egypt, 2016

Pakaian dan tempat yang bersih

Al-Qur'an 74:4
dan bersihkanlah pakaianmu,

(Al-Qur'an 74:4)

Sebelum salat, tiga hal harus bersih: badan, pakaian dan tempat. Artinya bebas dari najis seperti air kencing dan kotoran.

Siap untuk salat

Salat

Tiga hal bersih sebelum seorang Muslim salat.

Badan

Dalam keadaan berwudu, dan bersih dari air kencing dan kotoran. Al-Qur'an 5:6

Pakaian

Bebas dari najis. Al-Qur'an 74:4

Tempat

Tanah yang bersih, lantai yang bersih atau sajadah. Sahih al-Bukhari 335

Hampir di mana pun boleh. Nabi (ﷺ) bersabda bahwa bumi telah dijadikan tempat salat bagi para pengikutnya. Sajadah hanyalah tempat yang bersih untuk salat.

Sahih al-Bukhari 335

Al-Qur'an 7:31
“Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus setiap (memasuki) masjid”

(Al-Qur'an 7:31)

Berpenampilan baik juga disambut. Seorang laki-laki bertanya tentang menyukai pakaian dan sandal yang bagus. Nabi (ﷺ) bersabda bahwa Allah (﷾) itu indah dan mencintai keindahan.

Sahih Muslim 91

Beliau menganjurkan wewangian sebelum salat Jumat, bagi yang memilikinya. Beliau menyuruh siapa pun yang telah makan bawang putih atau bawang merah agar menjauhi masjid.

Sahih al-Bukhari 880Sahih al-Bukhari 855

Mencuci tangan

Mencuci tangan muncul berulang kali dalam ajaran Nabi (ﷺ).

Kapan mencuci tangan

Beliau juga melarang para pengikutnya bernapas ke dalam gelas ketika minum.

Sahih al-Bukhari 153

Lihat halaman tersimpan Anda