Tarawih adalah salat malam khusus di bulan Ramadan. Setiap malam sepanjang bulan itu, masjid-masjid penuh setelah Isya karena orang-orang berdiri bersama untuk mendengarkan bacaan Al-Qur'an. Tarawih tidak wajib, tetapi merupakan sunnah yang sangat berharga, dan bagi banyak Muslim, Tarawih adalah jantung bulan Ramadan.
Nabi bersabda bahwa siapa saja yang berdiri salat pada malam-malam Ramadan dengan iman dan mengharap pahala dari Allah, diampuni seluruh dosanya yang telah lalu. Sahih al-Bukhari 37
Kisahnya
Nabi mengimami salat malam di masjid pada beberapa malam di bulan Ramadan, dan semakin banyak orang yang ikut setiap malamnya. Kemudian beliau salat di rumah, karena kasih sayang, agar salat itu tidak menjadi kewajiban atas umatnya. Belakangan, khalifah Umar mengumpulkan semua orang di belakang satu imam, dan sejak saat itu umat Muslim mengerjakan Tarawih bersama-sama.
Cara mengerjakannya
Setelah Isya
Tarawih dikerjakan setelah salat Isya (dan salat sunnahnya) setiap malam di bulan Ramadan, sejak malam hilal terlihat sampai malam terakhir bulan itu.
Dua rakaat demi dua rakaat
Tarawih dikerjakan dua rakaat demi dua rakaat, dan setiap pasangan diakhiri dengan salam, seperti salat malam sunnah lainnya. Niatkan dalam hati untuk salat Tarawih.
Bacaan yang panjang dan indah
Imam membaca Al-Qur'an dengan suara keras, sering kali satu bagian setiap malam, sehingga seluruh Al-Qur'an selesai dibaca pada akhir Ramadan. Banyak orang merasa inilah bagian yang paling menyentuh di bulan itu.
Istirahat di antaranya
Setelah setiap empat rakaat ada jeda singkat untuk beristirahat, dan dari situlah namanya berasal: tarawih berarti waktu-waktu istirahat.
Ditutup dengan witir
Malam itu diakhiri dengan witir, salat dengan jumlah rakaat ganjil, biasanya tiga rakaat, yang di bulan Ramadan sering dikerjakan berjamaah.
Delapan atau dua puluh rakaat
Sebagian masjid mengerjakan delapan rakaat, mengikuti gambaran Aisyah tentang salat malam Nabi; banyak yang mengerjakan dua puluh rakaat, yaitu praktik sejak masa Umar yang diikuti oleh sebagian besar mazhab fikih Islam. Keduanya adalah praktik Islam yang mapan, jadi salatlah bersama jamaah di masjid Anda dengan hati yang tenang.
Sahih al-Bukhari 1147 (sebelas rakaat termasuk witir).
Jika Anda tidak bisa pergi ke masjid
Anda boleh mengerjakan Tarawih di rumah, sendirian atau bersama keluarga, dengan membaca bagian Al-Qur'an mana pun yang Anda hafal, bahkan surah-surah pendek. Dua rakaat yang dikerjakan dengan tulus adalah awal yang luar biasa.
Tips
Makanlah hidangan berbuka yang ringan agar Anda nyaman berdiri. Bawalah air minum, dan manfaatkan waktu istirahatnya. Anak-anak diterima di banyak masjid, dan Muslim baru akan menemukan orang-orang yang senang menunjukkan apa yang harus dilakukan. Datanglah sesering mungkin, dan yang terpenting, nikmatilah mendengarkan Al-Qur'an.